MUI Jabar Siapkan Festival Al Jabbar 2026

Festival Al Jabbar 2026

Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (LSBPI MUI Jabar) tengah mematangkan program kerja 2026 dengan mempersiapkan Festival Al Jabbar 2026

Ajang akbar ini direncanakan berlangsung selama sebulan penuh, dari pekan kedua Oktober hingga pekan kedua November 2026, di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Jl. Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung. 

Rincian Festival Al Jabbar 2026

  • Waktu Pelaksanaan: Oktober hingga November 2026 (selama satu bulan penuh).
  • Lokasi: Kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung.
  • Skala Acara: Disiapkan sebagai agenda nasional dengan rencana menghadirkan perwakilan negara sahabat. 
Agenda Utama Kegiatan

  • Pertunjukan Kolosal: Pembukaan direncanakan menampilkan pementasan seni kolosal melibatkan para maestro seni lokal.
  • Seni & Budaya Islam: Pameran serta pementasan seni budaya Islam.
  • Forum Ilmiah & Expo: Diskusi, forum ilmiah, pameran expo, dan kegiatan ekonomi syariah.
  • Syiar & Peringatan: Integrasi dengan rangkaian acara Hari Santri Nasional 2026.
Festival Al Jabbar 2026 saat ini masih berada dalam tahap pematangan konsep, penyusunan struktur kepanitiaan, dan pengurusan perizinan administrasi bersama pengurus Masjid Raya Al Jabbar. 

Berikut adalah perkembangan data terbaru mengenai tiga poin tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI Jawa Barat bersama para akademisi dan budayawan di Masjid Raya Al Jabbar. 

1. Jadwal Detail Acara
  • Linimasa Utama: Acara berlangsung selama sebulan penuh, dimulai dari pekan kedua Oktober hingga pekan kedua November 2026.
  • Acara Pembuka: Pertunjukan seni kolosal yang digarap langsung oleh maestro lokal seperti Rosikin WK dan Irwan Guntari.
  • Agenda Utama:Pameran peradaban dan pertunjukan seni budaya Islam.
  • Berbagai ajang perlombaan keagamaan dan edukasi.
  • Forum ilmiah internasional, expo produk kreatif, dan kegiatan ekonomi syariah.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di akhir Oktober menjadi salah satu jangkar utama festival. 

2. Ketentuan KepesertaanSkala 
  • Peserta: Terbuka bagi peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. 
  • Dimensi Internasional: Panitia berencana membuka slot kepesertaan atau penampilan khusus bagi perwakilan negara sahabat melalui kedutaan besar di Indonesia.
  • Teknis Pendaftaran: Kriteria kompetisi, pendaftaran stan expo, dan kurasi karya pameran masih menunggu percepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan agar legalitas teknisnya sah.
3. Keterlibatan Pihak Lain
  • Akademisi & Praktisi: Melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University (diwakili Nuslih Jamiat) untuk menyusun tata kelola acara dan strategi penguatan identitas festival. 
  • Seniman & Budayawan: Didukung penuh oleh puluhan lintas komunitas pegiat dakwah, seniman, dan budayawan Muslim Jawa Barat. 
  • Multi-Stakeholder: Mengusung konsep "dikeroyok" bersama, festival ini menggandeng skema kolaborasi dengan unsur pemerintah daerah, dunia usaha (sponsorship), perguruan tinggi, hingga organisasi kemasyarakatan

Persiapan Festival Al Jabbar

Dikutip dari Berita Jabar, Langkah nyata mewujudkan Festival Al Jabbar 2026 mulai terlihat. Ruang Edukasi Masjid Raya Al Jabbar menjadi saksi hangatnya pertemuan lintas elemen dalam rapat koordinasi persiapan acara yang digelar pada Rabu (29/7/2026). 

Hadir dalam forum tersebut sekitar 50 perwakilan dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, seniman, budayawan, praktisi, hingga pegiat dakwah, yang antusias merespons panggilan dari total 70 undangan yang disebar.

Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar 2026, Bambang Melga, menyatakan bahwa kekuatan utama acara ini terletak pada keragaman kontribusi. 

Sinergi antar seniman, pemikir Islam, cendekiawan, dan praktisi lapangan dinilai sebagai modal berharga untuk menyajikan tontonan yang tidak hanya berkualitas, namun juga memberi manfaat mendalam bagi masyarakat luas.

Kehadiran dunia pendidikan turut memberikan warna dan kekuatan tersendiri. Sejumlah perguruan tinggi ternama secara tegas menyatakan kesiapannya untuk bergabung memperkuat barisan, di antaranya Telkom University, Universitas Muhammadiyah Bandung, ISBI, UIN Bandung, Institut Teknologi Nasional (Itenas), serta Digitech University. 

Keterlibatan ekosistem kampus ini diharapkan mampu menyuntikkan gagasan segar dan jejaring luas demi keberhasilan festival.

Di sisi lain, pengurus Masjid Raya Al Jabbar memberikan arahan strategis. Ketua Harian Masjid, Deden Fahrurozi, menegaskan dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat syiar Islam, namun menekankan pentingnya menjaga kemurnian identitas “Al Jabbar” agar selaras dengan marwah dan fungsi masjid. 

Gambaran besar Festival Al Jabbar 2026 dipaparkan secara mendalam oleh Nuslih Jamiat, akademisi sekaligus praktisi Event Organizer dari Telkom University. 

Ia menguraikan strategi penyelenggaraan, manajemen mutu acara, serta model kolaborasi yang menjadi ciri khas. Suasana diskusi pun berjalan hidup dan konstruktif, di mana setiap saran dan kritik dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan konsep hingga matang.

Festival Al Jabbar yang memadukan keindahan seni, keluhuran budaya, serta keagungan syiar Islam bagi masyarakat Jawa Barat.

إرسال تعليق

أحدث أقدم